Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [MANGGARAI]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 21 : 9 >> 

Manggarai: Poli hitu, mai cengata oné-mai pitu malékat ata cau pitud piala, ata penong le pitu copél turung cemol hitu, cumang akuy mai taén, “Mai cé’é ho’o, aku kudut toto oné hau, haé kilo de Anak Jimbal.”


AYT: Kemudian, satu dari tujuh malaikat yang memegang tujuh cawan yang penuh dengan tujuh bencana terakhir itu datang dan berkata kepadaku, “Marilah, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, istri Anak Domba itu.”

TB: Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

TL: Maka datanglah seorang daripada ketujuh malaekat yang sudah memegang ketujuh bokor penuh dengan ketujuh bala yang akhir itu, lalu bertuturlah kepadaku, katanya, "Marilah aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan itu, yaitu isteri Anak domba itu."

MILT: Dan datanglah kepadaku satu dari ketujuh malaikat yang memegang tujuh cawan yang penuh dengan tujuh bencana yang terakhir, dan dia berbicara dengan aku seraya mengatakan, "Kemarilah, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin wanita, mempelai Anak Domba itu."

Shellabear 2010: Kemudian datanglah salah satu dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan berisi ketujuh malapetaka yang terakhir itu. Ia berkata kepadaku, "Marilah, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, yaitu mempelai Anak Domba."

KS (Revisi Shellabear 2011): Kemudian datanglah salah satu dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan berisi ketujuh malapetaka yang terakhir itu. Ia berkata kepadaku, "Marilah, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, yaitu mempelai Anak Domba."

Shellabear 2000: Kemudian datanglah salah satu dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan berisi ketujuh malapetaka yang terakhir itu. Ia berkata kepadaku, “Marilah, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, yaitu mempelai Anak Domba.”

KSZI: Kemudian salah satu daripada tujuh malaikat yang membawa tujuh mangkuk berisi tujuh wabak datang kepadaku dan berkata, &lsquo;Marilah, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin, isteri Anak Domba.&rsquo;

KSKK: Lalu datanglah kepadaku salah satu dari ketujuh malaikat, yang memegang ketujuh cawan itu yang penuh dengan tujuh malapetaka terakhir. Dan ia berkata, "Datanglah, aku akan memperlihatkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

WBTC Draft: Kemudian satu dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh mangkuk yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu datang kepadaku. Malaikat itu berkata, "Datanglah ke sini. Aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan dan istri Anak Domba itu."

VMD: Kemudian satu dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh mangkuk yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu datang kepadaku. Malaikat itu mengatakan, “Datanglah ke sini. Aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan dan istri Anak Domba itu.”

AMD: Kemudian, seorang malaikat datang kepadaku. Ia adalah salah satu dari tujuh malaikat yang memegang ketujuh mangkuk yang penuh dengan tujuh bencana terakhir. Kata malaikat itu kepadaku, “Ikutlah aku. Aku akan menunjukkan pengantin perempuan itu kepadamu. Ia adalah istri Anak Domba itu.”

TSI: Kemudian malaikat itu datang lagi kepada saya. Dia salah satu dari ketujuh malaikat yang menumpahkan ketujuh mangkuk yang penuh dengan ketujuh bencana terakhir itu. Dia berkata, “Datanglah ke sini. Saya akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan Anak Domba— yaitu kesatuan semua orang percaya yang seolah-olah menikah dengan Dia.”

BIS: Satu dari antara ketujuh malaikat yang telah memegang wadah-wadah yang penuh dengan ketujuh bencana terakhir itu datang kepada saya dan berkata, "Mari! Aku akan tunjukkan kepadamu Pengantin, yaitu istri Anak Domba."

TMV: Satu daripada tujuh malaikat yang mempunyai tujuh buah mangkuk yang penuh dengan tujuh bencana terakhir itu datang kepadaku dan berkata, "Marilah, aku akan menunjukkan Pengantin Perempuan kepadamu, iaitu isteri Anak Domba."

BSD: Dari antara ketujuh malaikat yang memegang tujuh wadah yang penuh dengan tujuh bencana terakhir itu ada satu malaikat yang datang kepada saya. Malaikat itu berkata, “Mari! Aku akan menunjukkan kepadamu Pengantin Perempuan, yaitu istri Anak Domba Allah.”

FAYH: Kemudian seorang dari ketujuh malaikat, yang telah menuangkan cawan-cawan yang berisi ketujuh malapetaka terakhir, datang kepada saya lalu berkata, "Ikutlah aku, maka aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, istri Anak Domba."

ENDE: Maka satu dari malaekat-malaekat jang memegang tudjuh pinggan berisi tudjuh malapetaka terachir itu datang kepadaku, dan berkata: "Marilah! Aku akan menundjukkan kepadamu Permaisuri Anak Domba".

Shellabear 1912: Maka datanglah seorang dari antara ketujuh malaikat yang memegang ketujuh batil yang berisi ketujuh bala yang akhir itu, serta bertutur dengan aku, katanya, "Marilah aku tunjukkan kepadamu pengantin itu, yaitu istri Anak-domba."

Klinkert 1879: BERMOELA, maka datanglah kapadakoe sa'orang daripada katoedjoeh orang malaikat, padanja adalah katoedjoeh piala, jang dehoeloe penoeh dengan katoedjoeh bela jang achir, laloe katanja kapadakoe: Marilah sini, maka akoe hendak menoendjoek kapadamoe penganten perempoewan, ija-itoe isteri Anak-Domba itoe.

Klinkert 1863: Maka dateng sama akoe satoe dari itoe toedjoeh malaikat, {Wah 15:6,7} jang ada toedjoeh piala, penoh dengan toedjoeh tjilaka jang blakang-kali, maka katanja sama akoe: Marilah, akoe maoe toendjoek padamoe penganten perampoean, ija-itoe istri Anak-Domba.

Melayu Baba: Dan datang pula satu mla'ikat deri antara itu tujoh mla'ikat yang pegang itu tujoh mangkok, dan yang pnoh dngan itu tujoh chlaka yang pnghabisan: dan dia chakap sama sahya, dan kata, "Mari, sahya tunjokkan sama angkau itu kmantin, ia'itu Anak-domba itu punya istri."

Ambon Draft: Maka berdatanglah sawa-tu deri katudjoh mela

Keasberry 1853: Burmula maka datanglah kapadaku sa'orang muleikat deripada yang katujoh itu, yang ada tujoh piala yang punuh dungan tujoh bala yang akhir, lalu iya burkata padaku, katanya, Marilah kamari, aku akan mununjukkan padamu pungantin prumpuan, iya itu istri anak Domba itu.

Keasberry 1866: Bŭrmula maka datanglah kapadaku sa’orang mŭliekat deripada yang katujoh itu, yang ada tujoh piala yang pŭnoh dŭngan tujoh bala yang akhir, lalu iya bŭrkata padaku, katanya, Marilah kŭmari, aku akan mŭnunjokan padamu pŭngantin pŭrampuan, iya itu istri anak Domba itu.

Leydekker Draft: Sabermula maka datanglah kapadaku sa`awrang deri pada katudjoh Mela`ikat 'itu, jang dudokh memegang katudjoh pijala, jang punoh dengan katudjoh bela jang 'achir 'itu, dan kata 2 lah sertaku, sabdanja: marilah 'angkaw, maka 'aku 'akan menondjokh padamu parampuwan mampilej, bini 'Anakh domba 'itu.

AVB: Kemudian satu daripada tujuh malaikat yang membawa tujuh mangkuk berisi tujuh wabak datang kepadaku dan berkata, “Marilah, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin, isteri Anak Domba.”

Iban: Siku ari tujuh iku melikat nya, ke bisi tujuh igi mangkuk ti penuh laban tujuh bengkah penusah besai ti penudi, datai lalu bejaku ngagai aku, "Datai kitu, laban aku deka nunjuk ke nuan Tunang, iya nya bini Anak Domba."


TB ITL: Maka <2532> datanglah <2064> seorang <1520> dari <1537> ketujuh <2033> malaikat <32> yang memegang <2192> ketujuh <2033> cawan <5357>, yang penuh <1073> dengan ketujuh <2033> malapetaka <4127> terakhir <2078> itu, lalu ia berkata <2980> kepadaku <1700>, katanya: "Marilah <1204> ke sini, aku akan menunjukkan <1166> kepadamu pengantin perempuan <3565> <1135>, mempelai Anak Domba <721>." [<2532> <3326> <3004> <4671>]


Jawa: Sawijining malaekat panunggalane malaekat pitu kang ngasta bokor pitu kebak isi wewelak pitu kang wekasan iku rawuh lan banjur ngandika: “Mrenea, kowe daktuduhi panganten putri, garwane Sang Cempe.”

Jawa 2006: Malaékat panunggalané malaékat pitu kang ngasta bokor pitu isi kebak wewelak pitu kang wekasan iku banjur rawuh, panjenengané nuli ngandikani aku, "Mrénéa, kowé daktuduhi pangantèn putri, garwané Sang Cempé."

Jawa 1994: Panunggalané malaékat pitu sing nggawa bokor kebak wewelak pitu sing wekasan teka lan kandha marang aku: "Mrénéa, daktuduhi Pengantèn Putri, garwané Sang Cempé."

Jawa-Suriname: Salah-sakwijiné mulékat pitu sing nggawa mangkok sing kebek karo memala pitu sing kèri, teka lan ngomong marang aku: “Mbrénéa! Réné tak duduhi mantèn wédok, bojoné Tyempéné.”

Sunda: Hiji malaikat ti nu tujuh nu nyarangking tujuh rupa balahi anu pamungkas tea nyampeurkeun ka kaula bari saurna, "Hayu milu, ku kaula rek dibawa nenjo Panganten Istri, geureuha-Na anu ngagem jujuluk Anak Domba."

Sunda Formal: Salah sahiji ti malaikat nu nyarangking tujuh pinggan balai anu panutup tea, ngajak ka simkuring, saurna, “Hayu! Urang nenjo panganten istri geureuha-Na Anu ngagem gelaran Anak Domba tea.”

Madura: Settong e antarana malaekat se kapetto se ampon ngastane kor-bukor se aesse balai papetto’ se dhi-budhi ka’issa’ nyander ka kaula, laju adhabu, "Mara, bi’ sengko’ ba’na eduduwana Pangantan, iya areya rajina Cacempe."

Bauzi: Labi im lada lam eho aidume modeha ame Alat Am im gagu vou usem dam tujuh ehe dam labe iho fi hiba abo, “Alat Aba fakemoholehe dam laba Aho faki feà bak fuhemu vabime vàhàdem bak ehete,” lahame ozom fi hiba zi ahala vuusualame dam bake fai bake vabidume novaha dam tujuh eho amu edehesi aadaha dam lam meida vàmtea labe eba nom ilu ab gagoham. “Nasi eba tau lele. Domba Adat labe Aho valo modem nam eho oba fi se.”

Bali: Raris wenten malaekat adiri saking pantaran malaekate sane pepitu, sane ngamel bokore sane pepitu, sane madaging pitung panyengkala sane pamuput, ngrauhin tiang tur ngandika sapuniki: “Maija, manira lakar matujuhang teken kita pangantene istri, pepacangan Panak Biri-birine.”

Ngaju: Ije biti bara kare uju malekat je jari mimbing sarangan calaka je pangkarahiae te dumah manalih aku tuntang hamauh, "Kahetoh! Aku handak mamparahan akam Panganten, iete sawan Anak Tabiri."

Sasak: Sopoq lẽq antare kepituq malaẽkat saq sampun negel cawan-cawan saq penoq siq kepituq bencane penutuq nike, dateng ojok tiang dait bebase, "Silaq! Gen tiang petitoqang side pengantẽn nine, nike pengantẽn-Ne Anak Dombe."

Bugis: Séddi polé ri iya pitu malaéka’ iya puraé makkatenningngi sining onrong iya pennoé sibawa iya pitu abala paccappurengngéro laoni ri iyya sibawa makkeda, "Laono mai! Maéloka jellokekko Bottingngé, iyanaritu bainéna Ana’ Bimbala’é."

Makasar: Kalase’renna anjo tujua malaeka’ anta’galakai pammoneanna anjo tujua bala kala’busang, battui mae ri nakke na nakana, "Maeko! Lakupicinikiangko Buntinga, iamintu bainenNa anjo Ana’ Gimbalaka."

Toraja: Saemi misa’ tu malaeka’ pitu tu mangka untoe pitu gori-gori nanii ponno pitu kamaparrisan ma’katampakanna, nama’kada lako kaleku nakua: Maiko, la kupatiroangko baine la ma’kapa’, iamotu baineNa Anak domba.

Duri: Mangkai joo ratumi mesa' jio mai to pitu malaeka' ntoe isotan bulawan ponno cappa' pangsessa ngkuanna' nakua, "Maleko mai, kupakitanko tobotting baine-Na Anak Bembala'."

Gorontalo: Lapatao ma lonao mayi tala ngota to wolota lo malaikati pitulota ta hedihima manggo mohelupitu hepoluwa lo balla mohelupitu pulitiyo boyito. Tiyo loloiya ode olau odiye, ”Dulo, ma popobilohu'u mayi olemu bulentiti buwa lo Walao Himba boyito.”

Gorontalo 2006: Ngota towolota opitu lo malai̒kati boito tamaa lodihu motii̒du tataa-pahulaalo u polupolu wolo opitu baala pulitio boito lonao̒ mai ode laatia wau loloi̒ya, "Dulo! Wau̒ mamopo bilohei olemu Bulentiti, deu̒ito-yito dile taabua lo Walao̒ Himba."

Balantak: Mbaka' notakamo na ingku' a sa'angu' malaa'ikat na pipitu' malaa'ikat men ninginton pipitu' mangko' men buke' tia pipitu' balaa' men kokomburi'anna iya'a, ka' norobu taena, “Mai ka'ita! Yaku' bo minsiso'kon na ko'oom wiwine men bo boroki'na Anak Domba.”

Bambam: Puhai ia too, sulem mesa indo pitu malaika' to puha muanda'i indo pitu tubum ponno kamapi'disam kasalle handam katampasanna. Napellambi'iä' naua: "Maiko anna kupaitaiko indo to dipasihhapam baine la napobaine Änä' Domba."

Kaili Da'a: Naopu etu naratamo samba'a malaeka nggari tatongo ira pitumba'a to nanjoko tubu-tubu niisi ante pitungaya pepandasa kaopuna. Nangulimo i'a ka aku, "Kamaimo, kana kupopokita ka iko boti besi to raporongo Ana Bimba."

Mongondow: No'iduduimai kon tua no'iangoidon tobatuí malaekat inta nongkon sigad im malaekat taya pitu inta nokadai kom palo mita inta nopuling in roriga pangabisan tatua. Sia noguman ko'inakoí, "Igai! Po'ontong-Ku ko'inimu Nonika'an, tuata ing ki buḷoi Adií in Domba."

Aralle: Pihsananna suleng mesa di alla'na yato pitu malaeka' ang untokei dolu enu'ang bulahang ang napunnoi pitu kamadahhaang katampä'anna. Sule naoaingkä'tee, "Maio done indee! La kupaitaio ang la napobahine Änä' Domba."

Napu: Roo indo, maimi hadua hangko i malaeka au pitu au mokingki pambolia au buke hai pitu pakana pepopeahi-ahi au kahopoana. Malaeka iti mouliangaana: "Maimoko, kutudungiako towawine au ina napotambia Ana Dimba."

Sangir: Sěngkatau wọu tal᷊oarang malạekatẹ̌ pitu kụ seng měngẹ̌ngumbelẹ bokorẹ̌ pitu kụ napenẹ u lohong papahang haghine pitu kasamuriange kụ diměnta su anuku ringangu nẹ̌bera u, "Boete! Iạ e reng manodẹ u Kaghiang bawine si kau, mangal᷊ene ute makoạ kawing'u Ahus'u Domba e."

Taa: Wali ojo karoonya Ia magombo, panewa ma’i wo’u pomakau i mPue Allah. Ia samba’a yako ri pomakau pitu to mangkongko yama pitu to la’u pitu soba to kapuranya. Wali pomakau etu magombo resi aku, ia manganto’o, “Mai, aku damampaporaoka korom Kasimpande nu Ana Domba, etu semo ia to damawali rongonya.”

Rote: Esa neme ata nusa so'da kahituk fomana ho'u nggalaas fo henuk no susa-soe mate'e kahitu kala, ana mai de nafa'da au nae, "Mai leona! Neukose Au atu'du o Penganten, fo Bi'ilopo Ana saoina na."

Galela: Qabolo de o malaikat yatumudingi ona iqomaka o udo-udo de o bodito ma dodogu tumudingi iaaho, ona magena manga sidongirabano wimoi wahino ngohino, de wotemo, "Nahinosi, la ngohi tonisikelelo ngonaka mokakawi muna magena o Duba ma Goho to Una Awi peqeka."

Yali, Angguruk: Malaikat sabiren itanowen kubag sabiren fam ap siyahap eneptuk ahik hinanggoho ki rohon itano misig nambeg waharisi. Nambeg waharisireg nubam ele uruk lit, "An nambeg tiya ma," irisireg, "Wam domba Nuhe hilahuk perukon ino unug hitmin," irisi.

Tabaru: 'O mala'ekati 'o ngai tumudiingi gee ya'ao-'aokau 'o sawoko ngai tumudiingi 'i'oma-'omanga 'o bodito ngai tumudiingi ma du-du'uruoka gee, 'o ngai moi 'iboa de kaingosekau ngoino, "Nou! Ngoi 'asa tonisidumutu 'o modoka mimoi, ge'ena la 'una gee wisironga 'o Domba ma Ngowaka 'asa womingaamoko."

Karo: Sekalak i bas malekat si pitu si lit i bas ia pitu mangkuk dem pitu mara si perpudi, reh ndahi aku, jenari nina, "Mari, gelah kutuduhken man bandu Pengantin si Diberu, ndehara Anak Biri-biri e."

Simalungun: Dob ai roh ma sahalak humbani na pitu malekat ai, na manjolom batil na pitu ai, na marisi hamarsikon parpudi na pitu ai, marsahap ma ia dompak ahu, nini ma, “Roh ma, ase hupatuduhkon bam tunangan ai, parinangon ni Anak ni Biri-biri in.”

Toba: (II.) Dung i ro ma sada sian na pitu surusuruan i, naung maniop saoan na pitu, angka na marisi haporsuhon parpudi na pitu i, didok ma mandok ahu: Ro ma tuson; hupatuduhon ma tu ho oroan i, soripada ni Birubiru i!

Dairi: Nai roh mo mendahi aku sada kalak ipas malaèkat sipitu simenjèmak pitu caban sienggo dom kepersuken perpodi i, nina mo taba aku, "Roh mo kono, asa Kutuduhken bamu sinibages Anak Biri-biri i."

Minangkabau: Surang di antaro katujuah malekaik, nan lah mamacik salah ciyek cawan, nan panuah jo katujuah bala bancano tarakir tu, datang kabake ambo sambia bakato, "Kamarilah! Ambo ka manunjuakkan kabake angkau Anak Daro, iyolah Anak Daro dari Anak Domba."

Nias: Samõsa moroi ba gotalua mala'ika andrõ si dafitu si no mololohe mako safõnu famakao si fitu ngawalõ safuria andrõ zi mõi khõgu, imane, "Aine! Ba uforoma'õ dania khõu nono nihalõ andrõ, ya'ia wo'omo Nono Mbiribiri andrõ."

Mentawai: Iageti oinangan leú et ka tubukku, iaté sara ka talagat malaika sipitu, siukkáaké pulokat sisusut pitu ngamata paoreat, masikua ka matakku, "Konan! Kupatoilá ka matam, Talimouakenen, iaté sinanalep Togat Biri-biri."

Lampung: Sai jak hantara kepitu malaikat sai radu nyating cumbung-cumbung sai latap jama kepitu bencana paling akher udi ratong jama nyak rik cawa, "Ija! Nyak haga nunjukko jama niku Pengantin, yakdo inggom Anak Biri-biri."

Aceh: Sidroe lamkawan tujoh droe malaikat nyang ka na wadah-wadah nyang peunoh ngon tujoh beuncana keuneulheueh nyan jijak ubak ulôn dan jipeugah, "Keunoe! Ulôn kutunyok bak gata Dara barô, na kheueh peurumoh Aneuëk Bubiri."

Mamasa: Mangkai too, saemi mesa iato pitu malaeka' to mangka ummanda'i kolak bulawan nangei dio katampakanna kamaparrisanno. Nakuammo': “Maiko angku paitaiko to dipasirapan baine la nasibalian Anak Domba.”

Berik: Jes jepserem, malaikata tuju jei ga asayunu tuju aa jei erbilirim, jem igi ga kapkaiserem Uwa Sanbagirminiwer, malaikata daamfenna jemniwer jeiserem jei amnip ga fortya, ane ga as bala, "Au, ai ibe is agam destaibe wini siwiriserem, wini Domba Tane jeiserem Jei jes gulaiserem."

Sabu: Heddau ti telora do pidu naju Deo do alla peparru paho-paho do tobo ri pidu lua apa nga kerewe do pedakka he, ta dakka ke la nga ya jhe lii, "Mai we! Do ta pejhujhe ke ri ya pa au ne Ana Mobanni do ta ngedhe ne, ihi-ammu ti Ana Ki'i Jhawa ne."

Kupang: Tarús beta dapa lia satu dari itu tuju ana bua dari sorga yang dolu pegang bokor yang taꞌisi deng Tuhan pung mara. Dia datang katumu sang beta, ais dia omong bilang, “Mari sini dolo! Te beta ada mau kasi lia sang lu baroit parampuan yang mau kawin deng Domba Ana.”

Abun: Malaikat ge dik yo ma kadit malaikat ge mufit gato jom mbem su sukye mufit wari ne ma ku ji ete ki do, "Nan ma, bere ji kadum nggon gato ye fro wa kra Domba Gan ne nai nan me et."

Meyah: Erek koma beda malaikat egens ongga agei mongkei mos cinja erfeka ongga ebera rot Allah efen mar okum cinja erfeka nou mona ongga omoisa bera en skoita didif. Beda ofa agot gu didif oida, "Bua bin jera didif jah sif, beda didif dumocunc ofa ongga erek Domba Efer efen arja gu bua."

Uma: Oti toe, tumai hadua ngkai mala'eka to pitu to ngkakamu batili-e we'i to ihia' hante pitu nyala pesesa' to ka'omea-na. Tumai mala'eka toei mpo'uli'-ka: "Mai-moko, kutudo'-koko tobine to napemuai' Ana' Bima."

Yawa: Naije naito Amisye inta nande rinai, opamo naito kaururume umawe inta pije, nanawirati wo kapije kaururum ntairi jirati Amisye apa siuri mangke marane so rai raijar. Muno naite umaso po raura rinai pare, “Winde, risyo wanya mo Domba Tuvan aovane rarorono nai.”


NETBible: Then one of the seven angels who had the seven bowls full of the seven final plagues came and spoke to me, saying, “Come, I will show you the bride, the wife of the Lamb!”

NASB: Then one of the seven angels who had the seven bowls full of the seven last plagues came and spoke with me, saying, "Come here, I will show you the bride, the wife of the Lamb."

HCSB: Then one of the seven angels, who had held the seven bowls filled with the seven last plagues, came and spoke with me: "Come, I will show you the bride, the wife of the Lamb."

LEB: And one of the seven angels who had the seven bowls full of the seven last plagues came and spoke with me, saying, "Come, I will show you the bride, the wife of the Lamb.

NIV: One of the seven angels who had the seven bowls full of the seven last plagues came and said to me, "Come, I will show you the bride, the wife of the Lamb."

ESV: Then came one of the seven angels who had the seven bowls full of the seven last plagues and spoke to me, saying, "Come, I will show you the Bride, the wife of the Lamb."

NRSV: Then one of the seven angels who had the seven bowls full of the seven last plagues came and said to me, "Come, I will show you the bride, the wife of the Lamb."

REB: ONE of the seven angels who held the seven bowls full of the seven last plagues came and spoke to me. “Come,” he said, “and I will show you the bride, the wife of the Lamb.”

NKJV: Then one of the seven angels who had the seven bowls filled with the seven last plagues came to me and talked with me, saying, "Come, I will show you the bride, the Lamb’s wife."

KJV: And there came unto me one of the seven angels which had the seven vials full of the seven last plagues, and talked with me, saying, Come hither, I will shew thee the bride, the Lamb’s wife.

AMP: Then one of the seven angels who had the seven bowls filled with the seven final plagues (afflictions, calamities) came and spoke to me. He said, Come with me! I will show you the bride, the Lamb's wife.

NLT: Then one of the seven angels who held the seven bowls containing the seven last plagues came and said to me, "Come with me! I will show you the bride, the wife of the Lamb."

GNB: One of the seven angels who had the seven bowls full of the seven last plagues came to me and said, “Come, and I will show you the Bride, the wife of the Lamb.”

ERV: One of the seven angels came to me. This was one of the angels who had the seven bowls full of the seven last plagues. The angel said, “Come with me. I will show you the bride, the wife of the Lamb.”

EVD: One of the seven angels came to me. This was one of the angels who had the seven bowls full of the seven last troubles. The angel said, “Come with me. I will show you the bride, the wife of the Lamb.”

BBE: And one of the seven angels who had the seven vessels in which were the seven last punishments, came and said to me, Come here, and see the bride, the Lamb’s wife.

MSG: One of the Seven Angels who had carried the bowls filled with the seven final disasters spoke to me: "Come here. I'll show you the Bride, the Wife of the Lamb."

Phillips NT: Then one of the seven angels who bold the seven bowls which were filled with the seven last plagues, came to me and said, "Come, and I will show you the bride, the wife of the Lamb."

DEIBLER: One of the seven angels who had one of the seven bowls that had been full of the wine/liquid causing [MTY] the seven last plagues came and said to me, “Come with me and I will show you the people who have permanently united with Christ, the one who is like a lamb! They will be like [MET] a bride for him.”

GULLAH: One ob de seben angel wa been bring de seben bowl full op wid dem seben real bad ting wa mek people suffa fo de wall done, e tell me say, “Come, an A gwine show ya de Bride, de Lamb Wife.”

CEV: I saw one of the seven angels who had the bowls filled with the seven last terrible troubles. The angel came to me and said, "Come on! I will show you the one who will be the bride and wife of the Lamb."

CEVUK: I saw one of the seven angels who had the bowls filled with the seven last terrible troubles. The angel came to me and said, “Come on! I will show you the one who will be the bride and wife of the Lamb.”

GWV: One of the seven angels who had the seven bowls full of the last seven plagues came to me and said, "Come! I will show you the bride, the wife of the lamb."


NET [draft] ITL: Then <2532> one <1520> of the seven <2033> angels <32> who had <2192> the seven <2033> bowls <5357> full <1073> of the seven <2033> final <2078> plagues <4127> came <2064> and <2532> spoke <2980> to me <1700>, saying <3004>, “Come <1204>, I will show <1166> you <4671> the bride <3565>, the wife <1135> of the Lamb <721>!”


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Wahyu 21 : 9 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran